STIT Muhammadiyah Bojonegoro secara resmi menyerahkan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 kepada Camat Kepohbaru dalam agenda seremonial-akademik yang berlangsung di Pendopo Kecamatan Kepohbaru. Tampak hadir dalam acara tersebut Camat Kepohbaru, Kapolsek Kepohbaru, Danramil Kepohbaru, Ketua STIT Muhammadiyah Bojonegoro, Wakil ketua 1,2,3, DPL, Kepala Desa Sumberagung, Sumberoto, Tlogorejo, dan Mahasiswa peserta KKN 2026
Momentum ini menjadi titik awal pelaksanaan KKN sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan Catur Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada dimensi pengabdian kepada masyarakat yang berlandaskan pendekatan ilmiah dan pemberdayaan sosial.
Wakil Ketua I STIT Muhammadiyah Bojonegoro, M. Arif Susanto, M.Pd.I, menjelaskan bahwa penyelenggaraan KKN Tahun 2026 ditopang oleh tata kelola kelembagaan yang terstruktur dan terkoordinasi secara optimal. Ia mengapresiasi peran Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) dalam mengawal seluruh tahapan persiapan KKN. Tahapan tersebut mencakup pembinaan dan pembekalan mahasiswa, pengelompokan peserta, serta penentuan lokasi KKN melalui proses koordinasi dan diskusi bersama pimpinan institusi, LPPM, dan ketua program studi. Pola perencanaan ini menegaskan bahwa KKN diposisikan sebagai program akademik yang dirancang secara sistematis, partisipatif, dan selaras dengan kebutuhan nyata masyarakat desa.
Tema yang diangkat dalam KKN Tahun 2026 adalah “Penguatan Ketahanan Sosial, Ekonomi, dan Lingkungan Berbasis Potensi Lokal Menuju Desa yang Mandiri, Religius, dan Berkelanjutan.” Tema tersebut berfungsi sebagai kerangka konseptual dalam penyusunan dan pelaksanaan program kerja mahasiswa, sekaligus menegaskan orientasi KKN sebagai sarana strategis pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan aspek keilmuan, nilai-nilai religius, serta prinsip keberlanjutan pembangunan desa.
Hasil koordinasi antara pimpinan institusi, LPPM, dan ketua program studi menetapkan Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, sebagai lokasi pelaksanaan KKN Tahun 2026, dengan cakupan Desa Tlogorejo, Desa Sumberagung, dan Desa Sumberoto. Jumlah peserta KKN tercatat sebanyak 101 mahasiswa, terdiri atas 41 mahasiswa program kelas reguler dan 60 mahasiswa program kelas khusus (Progsus). KKN reguler dijadwalkan berlangsung selama satu bulan, mulai 13 Januari hingga 10 Februari 2026, sementara KKN Progsus dilaksanakan pada periode Januari–Februari 2026 di lokasi yang berbeda.
Guna memastikan efektivitas pembinaan dan pendampingan akademik di lapangan, institusi menetapkan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) pada masing-masing desa. Aulia Singa Zangki, M.Si bertugas di Desa Sumberagung, Muh. Zaki Amrullah, M.Pd. di Desa Tlogorejo, dan M. Agus Fujiono, M.Pd.I di Desa Sumberoto.
Ketua STIT Muhammadiyah Bojonegoro, Dr. Ibnu Habibi, M.Pd.I, dalam arahannya menegaskan bahwa KKN merupakan ruang strategis bagi mahasiswa untuk mengaktualisasikan keilmuan sekaligus membangun karakter dan etika sosial. Ia menekankan pentingnya kesungguhan dalam mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan, menjaga etika akademik dan sosial, serta merepresentasikan nilai-nilai institusi dalam kehidupan bermasyarakat. Penegasan ini menunjukkan bahwa KKN tidak hanya diarahkan pada pencapaian program, tetapi juga pada penguatan integritas dan kompetensi lulusan.
Di sisi lain, Camat Kepohbaru, Triguno Sudjono Prio, S.STP., M.M., menyampaikan bahwa Kecamatan Kepohbaru memiliki potensi lokal yang beragam, khususnya pada sektor peternakan, perikanan, dan sumber daya desa lainnya yang berpeluang dikembangkan secara berkelanjutan. Ia berharap keberadaan mahasiswa KKN dapat menyatu dengan masyarakat, membangun kolaborasi yang produktif, serta berkontribusi dalam peningkatan kapasitas warga melalui pendampingan program dan optimalisasi potensi desa yang telah tersedia. Pandangan tersebut menegaskan peran KKN sebagai mitra strategis pemerintah kecamatan dan desa dalam mendukung pembangunan berbasis masyarakat.