Kemerdekaan dan Kesaksian Muhammadiyah

Muhammadiyah

Kyai Haji Ahmad Dahlan dan Nyai Walidah Dahlan bersama para penggerak generasi pertama menjadikan Muhammadiyah dan Aisyiyah sebagai tonggak perjuangan keislaman dan kebangsaan secara modern untuk Indonesia Merdeka. Inilah fondasi awal kepeloporan Muhammadiyah untuk Indonesia.

Kepeloporan Muhammadiyah dalam gerakan kemajuan melalui pendidikan, kesehatan, sosial, kebangkitan perempuan, kepanduan, literasi, dan usaha-usaha pencerahan pikiran adalah jalan dakwah dan pembaruan yang membawa suluh modernisasi dan pembangunan bangsa Indonesia sebelum dan sesudah kemerdekaan. Tidak mungkin merdeka tanpa membangun jalan kemajuan.

Kiprah pergerakan kemerdekaan dan pembangunan Indonesia lintas-batas dikembangkan para tokoh pasca Dahlan seperti Fakhruddin, Siti Bariyah, Siti Hayyinah, Siti Munjiyah, Soedirman, Mas Mansur, Ki Bagus Hadikusumo, Kasman Singodimedjo, Kahar Muzakkir, Djuanda, Agus Salim, Mohammad Roem, AR Baswedan, Gatot Mangkupraja, Nani Wakabone, Hamka, dan figur pejuang lainnya yang menggoreskan tinta emas bagi tegaknya Indonesia merdeka.Soekarno dan Fatmawati sebagai tokoh sentral Indonesia juga aktif dalam pergerakan Muhammadiyah. Dua Srikandi Indonesia Siti Sukaptinah Soenarjo dan Maria Ulfah pun bersentuhan dengan gerakan Muhammadiyah-Aisyiyah. 

Semua tokoh pergerakan Muhammadiyah itu diakui negara sebagai Pahlawan Nasional. Siapa tak kenal Muhammadiyah, ujar Soeharto yang menyatakan diri bibit Muhammadiyah. Mereka berjuang untuk Indonesia dengan jiwa keislaman dan keindonesiaan yang melintasi, lapang hati, dan berjiwa futuwah atau kesatriaan otentik. Berjuang tanpa pamrih demi Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur dalam jiwa Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur.

Kini para anggota, kader, dan pimpinan Muhammadiyah di seluruh tanah air dan mancanegara menjadi pewaris perjuangan kebangsaan yang berbakti bagi negeri. Bergerak dengan ikhlas hati tanpa mengeluh dan angkuh diri, betapapun terjalnya jalan Indonesia hari ini. Sebagai pengkhidmatan Muhammadiyah bagi Indonesia yang bermisi dakwah dan tajdid untuk mencerdaskan dan memajukan kehidupan bangsa.

Baca Juga :  Muhammadiyah Berperan Aktif Ikut Tangani Pencegahan Corona Virus Covid-19

Sejarah membuktikan, DNA Muhammadiyah dengan jiwa pembaruan ialah menjadi aktor penggerak dan suluh kebangsaan untuk kemajuan Indonesia sepanjang zaman. Muhammadiyah dalam lintasan pergerakannya terus memberi tanpa meminta, laksana Ibu Pertiwi melahirkan negeri. Cita pergerakan Muhammadiyah ialah memajukan Indonesia dan mencerahkan peradaban semesta dalam bingkai Islam Berkemajuan untuk rahmatan lil-‘alamin.”

Tulisan ini disarikan dari artikel 75 Tahun Kemerdekaan Muhammadiyah untuk Indonesia, Suara Muhammadiyah (17/8)

Serta Dipublish ulang oleh muhammadiyah.or.id

68
Share this :