Mahasiswa Kelompok 4 Kuliah Kerja Nyata (KKN) STIT Muhammadiyah Bojonegoro (STIT Mubo) berhasil melaksanakan kegiatan gelar wicara seputar kegiatan pengasuhan (parenting), Sabtu 8 Februari 2025.Kegiatan ini mengusung tema "Mengoptimalkan Peran Pengasuhan Anak Usia Dini di Lingkungan Keluarga dan Lingkungan Sekolah".
Gelar wicara ini diselenggarakan di TPQ Nurul Muttaqin Desa Sranak dengan narasumber utama, yaitu Bapak Tariyono, M.Pd. Kegiatan ini dihadiri oleh kepala sekolah dan para orang tua murid dari KB-TK Dharma Wanita Cempaka. Hadir juga dalam kesempatan ini untuk memberikan pendampingan langsung, yaitu Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Kelompok 4 Desa Sranak, Eka Saptaning Pratiwi, M.Pd.
Eka Saptaning Pratiwi, M.Pd. dalam sambutannya menyampaikan tentang pentingnya komunikasi dalam keluarga terutama antara orang tua dan anak. "Komunikasi penting untuk membentuk kasih sayang. Kerja sama dan kepercayaan dalam keluarga dapat terwujud dengan menerapkan keterbukaan pendapat. Keterbukaan keinginan dan keterbukaan dalam bersikap sehingga akan terbentuk saling pengertian antar anggota dalam keluarga,” ujar Bu Eka.
Tariyono, sebagai narasumber, menekankan pentingnya peran orang tua dalam pembentukan karakter anak usia dini. "Usia 0-6 tahun merupakan usia emas dalam tumbuh kembang anak. Usia emas anak merupakan periode kritis dalam tumbuh kembang anak. Pada masa ini, peran orang tua sangat vital dalam membentuk fondasi kepribadian dan kemampuan anak," ujar beliau.
Gelar wicara ini berlangsung menarik interaktif karena membahas berbagai aspek pengasuhan anak, yaitu pentingnya peran orang tua dalam perkembangan anak, menerapkan disiplin positif dalam keluarga, memberikan pendidikan yang baik bagi anak, pentingnya peran ayah dalam perkembangan anak, urgensi mengatur waktu berkualitas bersama keluarga, dan bagaimana mengoptimalkan tanggung jawab orang tua sebagai teladan yang baik bagi anak.
Para orang tua yang hadir menunjukkan antusiasme tinggi, terlihat dari aktifnya sesi tanya jawab yang berlangsung setelah pemaparan materi. Berbagai pertanyaan seputar pengasuhan anak diajukan, mulai dari cara menangani anak yang berbicara kotor, strategi membatasi penggunaan gawai, hingga metode membangun kemandirian anak.
Salah satu peserta, Ibu Fitri, wali murid TK Dharma Wanita Cempaka mengungkapkan apresiasisnya terhadap kegiatan ini. "Materinya sangat bermanfaat dan membuka wawasan kami sebagai orang tua. Kami jadi lebih paham bagaimana cara mendidik anak dengan lebih baik," ungkapnya.
Selain itu, Kepala TK Dharma Wanita Cempaka juga menyampaikan berpesan terhadap kegiatan ini. "Ibu dan Ayah itu harus waspada terhadap putra-putrinya, kebiasaan anak itu kan apa yang dilihat apa yang dikenali itu yang diterapkan oleh anak, kata-kata yang dikeluarkan harus disaring. Pendidikan yang awal dan penting memang bermula dari keluarga," katanya.
Mahasiswa KKN Kelompok 4 STIT Mubo berharap dengan suksesnya kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi pola pengasuhan anak, khususnya bagi ora orang tua di Desa Sranak, khususnya dalam optimalisasi peran orang tua dan sekolah dalam mendampingi tumbuh kembang anak.