-
action.share.whatsApp
-
-
Share on Facebook
-
action.share.copy
-
Email
Bojonegoro – stitmubo, Bertempat di lantai dua Gedung Dakwah Muhammadiyah Bojonegoro, Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Bojonegoro periode 2025–2026 menyelenggarakan Stadium Generale pada Selasa, 6 Mei 2025, bertajuk "Menghadirkan Kebanggaan untuk Semua". Kegiatan ini merupakan rangkaian lanjutan usai prosesi pelantikan kepengurusan baru dan menjadi ruang penting dalam menegaskan arah gerak ideologis IMM di tengah tantangan zaman yang kian kompleks.
Menghadirkan dua narasumber alumni IMM yang telah berkiprah di ranah akademik dan sosial, forum ini menjadi medium pemantik intelektual kritis bagi kader IMM. Narasumber pertama, M. Arif Susanto, alumni Ketua PC IMM Bojonegoro 2007/2008 yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua 1 Bidang Akademik STIT Muhammadiyah Bojonegoro, menyampaikan pentingnya menginternalisasi Tri Kompetensi Dasar IMM: religiusitas, intelektualitas, dan humanitas. "IMM bukan sekadar ruang gerak aktivisme, tetapi medan latihan kesadaran spiritual, intelektual, dan kepedulian kemanusiaan. Siapa yang gagal memahami ini, akan kehilangan arah dalam pergerakan," tegasnya.
Lebih jauh, Arif juga menekankan urgensi peningkatan kapasitas akademik dan penguatan soft skill sebagai pondasi kepemimpinan mahasiswa masa depan. Dalam pandangannya, kader IMM harus menjadi agen perubahan yang tak hanya vokal dalam wacana, tetapi unggul dalam kualitas diri. “Tanpa kompetensi, keberanian hanya akan menjadi omong kosong,” tandasnya, mengajak para peserta untuk tidak puas menjadi aktivis seremonial semata.
Sementara itu, Dr. Ahmad Sholikin, S.IP., M.A., Ketua LPPM UNISDA Lamongan sekaligus alumni IMM Bojonegoro, menguraikan dinamika peran IMM dalam membentuk nalar kritis dalam konteks perubahan sosial. Ia menyoroti pentingnya keterlibatan IMM dalam diskursus publik dan penguatan gerakan berbasis data serta riset. “IMM harus mampu menawarkan solusi, bukan sekadar retorika. Di era digital ini, narasi tanpa data hanya akan menjadi kebisingan kosong di tengah banjir informasi,” ujarnya.
Acara ini tidak hanya membangun atmosfer intelektual yang hangat, tetapi juga menegaskan bahwa IMM Bojonegoro siap bergerak secara taktis dan strategis. Dengan semangat baru dan pemahaman ideologis yang kokoh, kader IMM dituntut untuk tidak hanya hadir sebagai pewaris sejarah, melainkan sebagai pencipta masa depan yang membanggakan. IMM Bojonegoro, sebagaimana ditegaskan dalam forum ini, akan terus berikhtiar menjadi pelopor kemajuan umat dan bangsa. (rif)