Sukses digelar atas inisiasi komunitas Sahabat Ayah Bunda bekerja sama dengan STIT Muhammadiyah Bojonegoro melalui Program Studi PIAUD, serta melibatkan enam kampus nasional dan satu kampus internasional dari Malaysia.
Kegiatan yang dilaksanakan pada selasa 17 Februari 2026 ini menghadirkan narasumber internasional, Dr. Mohd Al Mahdi Hussain, dosen konseling dari UNITAR International University, Selangor, Malaysia, ini diikuti oleh 216 peserta yang terdiri atas mahasiswa, guru, dan dosen PIAUD dari berbagai daerah. Dari Prodi PIAUD STIT Muhammadiyah Bojonegoro sendiri tercatat 55 mahasiswa turut ambil bagian aktif dalam forum ilmiah tersebut.
Seminar ini menjadi bagian dari kolaborasi berkelanjutan antara Sahabat Ayah Bunda dan sejumlah perguruan tinggi. Ketua Program Studi PIAUD STIT Muhammadiyah Bojonegoro, Sriyanti, M.Pd., menegaskan bahwa kerja sama internasional ini bukanlah yang pertama.
“Alhamdulillah, ini adalah kali keempat kami berkolaborasi dalam seminar internasional dengan narasumber yang berbeda beda ada yang dari Singapura dan juga dari Malaysia. Kerja sama ini menjadi bukti komitmen kami untuk terus membuka wawasan global bagi mahasiswa PIAUD,” ungkap Sriyanti.
Menurutnya, tema mindful parenting sangat relevan dengan tantangan pengasuhan masa kini, terutama dalam menghadapi dinamika emosional anak di era digital. Ia menambahkan bahwa mahasiswa PIAUD perlu memahami pendekatan pengasuhan berbasis kesadaran (mindfulness) agar mampu menjadi pendidik sekaligus pendamping orang tua yang solutif.
Dalam paparannya, Dr. Mohd Al Mahdi Hussain menekankan pentingnya pengelolaan stres anak melalui pendekatan empatik dan komunikasi yang penuh kesadaran.
“Anak tidak selalu mampu mengekspresikan stresnya dengan kata-kata. Tugas orang tua dan guru adalah membaca sinyal emosi mereka, lalu merespons dengan tenang dan konsisten. Disiplin bukan tentang hukuman, tetapi tentang membimbing anak memahami konsekuensi,” jelasnya.
Ia juga menyoroti bahwa disiplin yang efektif lahir dari hubungan yang hangat antara anak dan orang dewasa, bukan dari rasa takut.
Sementara itu, panitia pelaksana dari Sahabat Ayah Bunda, Luluk Mukarommah, menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta.
“Kami sangat bersyukur melihat partisipasi yang luar biasa. Kolaborasi lintas kampus ini menunjukkan bahwa isu pengasuhan dan pendidikan anak usia dini adalah tanggung jawab bersama. Harapannya, materi yang disampaikan dapat langsung diimplementasikan dalam praktik pembelajaran maupun pola asuh di rumah,” tuturnya.
Antusiasme juga dirasakan oleh para peserta. Salah satunya, Lu’luatul Fitriyah, mahasiswa semester 2 Prodi PIAUD STIT Muhammadiyah Bojonegoro.
“Materinya membuka wawasan saya tentang bagaimana mengelola emosi anak tanpa marah-marah. Sebagai calon guru PAUD, saya merasa lebih siap memahami karakter anak yang beragam,”ujarnya.
Seminar ini tidak hanya menjadi ruang diskusi akademik, tetapi juga wadah penguatan jejaring internasional antarperguruan tinggi dalam pengembangan keilmuan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD). Dengan terselenggaranya kegiatan ini untuk keempat kalinya, diharapkan kolaborasi lintas negara terus berlanjut dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pengasuhan dan pendidikan anak usia dini di Indonesia.
Melalui forum ini, Sahabat Ayah Bunda bersama Prodi PIAUD STIT Muhammadiyah Bojonegoro dan mitra kampus lainnya menegaskan komitmen bersama: membangun generasi emas sejak usia dini melalui pengasuhan yang sadar, empatik, dan berlandaskan ilmu pengetahuan.