Berita Nasional, Berita Muhammadiyah

STIT Muhammadiyah Bojonegoro Gelar Seminar Internasional Pendidikan Islam, Perkuat Kolaborasi Keilmuan Global

09 Mei 2026 11:21
Share
  • action.share.whatsApp
  • action.share.copy

 STIT Muhammadiyah Bojonegoro kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun tradisi akademik yang unggul dan berwawasan global melalui penyelenggaraan International Seminar of Islamic Education yang dilaksanakan pada Jumat, 8 Mei 2026, bertempat di Aula Ahmad Dahlan STIT Muhammadiyah Bojonegoro.

Kegiatan ilmiah bertaraf internasional ini berlangsung mulai pukul 14.00 hingga 16.30 WIB secara hybrid, yakni melalui pertemuan langsung di aula kampus serta secara daring melalui Zoom Meeting. Seminar ini diikuti oleh mahasiswa STIT Muhammadiyah Bojonegoro, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, serta peserta dari berbagai institusi mitra internasional para narasumber.

Acara pembukaan diawali dengan pembacaan doa oleh Drs. H. Ihwanuddin yang menghadirkan suasana khidmat dan penuh keberkahan. Seminar kemudian dipandu secara profesional dan komunikatif oleh Siska Agustina, yang dikenal sebagai announcer Radio Madani FM 102,5 MHz Bojonegoro sekaligus alumni STIT Muhammadiyah Bojonegoro. Kehadirannya sebagai moderator menjadi representasi nyata kiprah alumni kampus dalam dunia komunikasi dan pendidikan.

Mengangkat tema besar tentang transformasi pendidikan Islam di era modern, seminar ini menghadirkan para akademisi dan pemikir dari berbagai negara dengan perspektif keilmuan yang beragam namun saling melengkapi.

Narasumber pertama, Sohaib Shafique dari GIFT University menyampaikan materi berjudul “Revisiting Islamic Educational Philosophy in the 21st Century: Integrating Tradition, Modernity, and Global Challenges”. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya pendidikan Islam untuk mampu menjaga nilai-nilai tradisi sekaligus responsif terhadap tantangan global dan perkembangan zaman.

Selanjutnya, Muhammet Caner Ilgaroğlu dari SOAS University of London, Faculty of Divinity, Department of Islamic Philosophy, memaparkan tema “Reconstructing the Hierarchy of Knowledge: A Turkish Perspective on Holistic Education”. Ia menjelaskan bagaimana pendekatan pendidikan holistik dapat menjadi solusi dalam membangun integrasi antara ilmu pengetahuan, spiritualitas, dan kemanusiaan.

Dari Indonesia, Evita Yuliatul Wahidah dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta membawakan materi “Epistemological Transformation of Islamic Education in Indonesia: Toward a Holistic Knowledge Paradigm in the Digital Age”. Pemaparan tersebut menyoroti pentingnya transformasi epistemologi pendidikan Islam agar mampu beradaptasi dengan era digital tanpa kehilangan identitas keislamannya.

Sementara itu, M. Arif Susanto dari STIT Muhammadiyah Bojonegoro mempresentasikan gagasan berjudul “Revitalizing Tarjih-Based Islamic Education: A Model for Integrative Knowledge and Character Formation in Higher Education”. Materi ini menegaskan pentingnya revitalisasi pendidikan Islam berbasis tarjih sebagai model integratif yang tidak hanya menekankan penguasaan ilmu, tetapi juga pembentukan karakter dan moralitas mahasiswa.

Seminar internasional ini juga menghadirkan Osman Bostancı dari Ege University, Faculty of Divinity, Department of Qur’anic Studies (Tafsir), dengan materi “An Evaluation of Qur’anic and Islamic Education in Türkiye”. Dalam presentasinya, ia menjelaskan perkembangan pendidikan Al-Qur’an dan pendidikan Islam di Türkiye sebagai bagian dari dinamika pendidikan Islam dunia yang terus berkembang.

Pelaksanaan seminar internasional ini menjadi momentum penting bagi STIT Muhammadiyah Bojonegoro dalam memperluas jejaring akademik internasional sekaligus memperkuat budaya ilmiah di lingkungan perguruan tinggi. Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa kampus daerah mampu tampil aktif dalam percaturan intelektual global dengan menghadirkan forum diskusi yang konstruktif, inklusif, dan visioner.

Melalui seminar ini, diharapkan lahir berbagai gagasan baru yang mampu memperkaya pengembangan pendidikan Islam yang integratif, humanis, serta relevan dengan tantangan abad ke-21. STIT Muhammadiyah Bojonegoro terus berkomitmen menjadi pusat pengembangan keilmuan Islam yang progresif, kolaboratif, dan berorientasi pada kemajuan umat dan peradaban.

Berita Nasional

Tampilkan Berita Nasional

Berita Muhammadiyah

Tampilkan Berita Muhammadiyah